Sunday, January 8, 2017

KLASIFIKASI JARINGAN JALAN MENURUT WEWENANG PEMBINAAN

Jaringan jalan dikelompokkan menurut wewenang pembinaan, terdiri dari:
(A). Jalan Nasional
  • Jalan arteri primer
  • Jalan kolektor primer, yang menghubungkan antar ibukota provinsi.
  • Jalan selain dari jalan yang termasuk arteri/kolektor primer yang mempunyai nilai strategis terhadap kepentingan Nasional yakni jalan yang tidak dominan terhadap perkembangan ekonomi tapi memiliki peranan menjamin kesatuan dan keutuhan Nasional, melayani daerah rawan.
(B). Jalan Provinsi
  • Jalan kolektor primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota Kabupaten atau kotamadya.
  • Jalan kolektor primer, yang menghubungkan antara ibukota Kabupaten atau kotamadya.
  • alan selain yang disebut diatas yang mempunyai nilai strategis terhadap kepentingan provinsi yakni jalan yang biarpun tidak dominan terhadap perkembangan pertumbuhan ekonomi, tapi memiliki peran tertentu dalam menjamin terselenggara nya pemerintahan yang baik dalam pemerintahan tingkat I dan terpenuhi nya kebutuhan - kebutuhan sosial lainnya.
  • Jalan dalam Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kecuali jalan yang termasuk Jalan Nasional.
(C). Jalan Kabupaten
  • Jalan kolektor primer, yang tidak termasuk dalam kelompok jalan Nasional dan jalan Provinsi.
  • Jalan lokal primer.
  • Jalan sekunder lain, selain sebagaimana dimaksud sebagai Jalan Nasional dan Jalan Provinsi.
  • Jalan selain dari yang disenutkan diatas yang mempunyai nilai strategis terhadap kepentingan Kabupaten yakni jalan yang mempunyai peranan tertendu dalam menjamin terselenggarannya pemerintahan dalam pemerintahan Daerah.
(D). Jalan Kotamadya
  • Jaringan Jalan sekunder didalam Kotamadya.
(E) Jalan Desa
  • Jaringan jalan sekunder ddidalam desa yang merupakan hasil swadaya masyarakat, baik yang berada di desa maupun kelurahan.
 (F). Jalan Khusus
  • Jalan yang dibangun dan dipelihara oleh Instansi atau Badan Hukum atau Perorangan untuk melayani kepentingan masing-masing.

KLASIFIKASI JARINGAN JALAN MENURUT FUNGSI ATAU PERANAN

Menurut fungsi dan peranan nya sistem jaringan jalan dibagi dua sistem jaringan besar diantaranya adalah :
Sistem jaringan jalan Primer
Sistem jaringan jalan primer adalah jalan yang menghubungkan simpul-simpul jasa distribusi dalam struktur pengembangan wilayah, dengan ketentuan sebagai berikut :
(i) Didalam satu wilayah pengembangan sistem jaringan jalan primer, menghungkan kota jenjang ke satu, dua, tiga dan jenjang dibawahnya secara terus menerus sampai ke persil.
(ii) Antar suatu wilayah pengembangan sistem jaringan jalan primer menghungkan jenjang kota ke satu dengan kota jenjang ke satu.
- Jalan arteri primer menghungkan kita jenjang ke satu yang terletak berdampingan atau menghubungkan kota jenjang ke satu dengan kota jenjang ke dua. Persyaratan jalan arteri primer adalah sebagai berikut :
  1. Didesain paling rendah dengan kecepatan 60 km/jam.
  2. Lebar jalan tidak kurang dari 8 m.
  3. Kapasitas lebih besar dari pada volume jalan rata-rata.
  4. Lalu lintas jarak jauh tidak boleh terganggu oleh lalu lintas ulak-alik, lalu lintas lokal dan kegiatan lokal.
  5. Jumlah jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi secara efisien sehingga kecepatan 60 km/jam dan kapasitas besar tetap terpenuhi.
  6. Persimpangan pada jalan arteri primer harus dapat memenuhi ketentuan kecepatan pada volume lalu lintas.
- Jalan kolektor primer, menghungkan kota jenjanh ke dua dengan kita jenjang ke dua atau menghungkan kota jenjang ke satu dengan kota jenjang ke tiga atau menghungkan kota jenjang ke dua dengan kota jenjang ke tiga. Persyaratan jalan kolektor primer adalah sebagai berikut :
  1. Didesain dengan kecepatan paling rendah 40 km/jam.
  2. Lebar jalan tidak kurang dari 7 m.
  3. Kapasitas jalan sama atau lebih besar dari volume jalan lalu lintas rata-rata.
  4. Jumlah jalan masuk dibatasi dan direncanakan sehingga dapat dipenuhi kecepatan paling rendah 40 km/jam.
  5. Jalan kolektor primer tidak terputus walaupun memasuki kota.
- Jalan lokal primer, menghungkan kota jenjang ke tiga dengan kota jenjang ke tiga atau menghungkan kota jenjang ke dua dengan persil, atau menghungkan kota jenjang ke tiga dengan persil. Persyaratan jalan lokal primer adalah sebagai berikut :
  1. Didesain dengan kecepatan paling rendah 20 km/jam.
  2. Lebar badan jalan tidak kurang dari 6 m.
  3. Jalan lokal primer tidak terputus walaupun memasuki desa.
  4. Sistem jaringan primer, disusun mengikuti ketentuan peraturan tata ruang da struktur pengembangan wilayah tingkat Nasional yang menghubungkan simpul-simpul jasa distribusi.
Sistem jaringan jalan sekunder
Sistem jaringan jalan sekunder adalah jalan yang menghubungkan jalan dengan fungsi primer, fungsi sekunder ke satu, fungsi sekunder ke dua, fungsi sekunder ke tiga dan seterusnya ke perumahan dalam satu wilayah perkotaan.
- Jalan arteri sekunder, menghungkan kawasan primer dengan kawasan sekunder ke satu atau kawasan sekunder ke satu dengan kawasan sekunder ke dua. Persyaratan jalan arteri sekunder  adalah sebagai berikut :
  1. Didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 30 km/jam.
  2. Kapasitas sama atau lebih besar dari volume lalu lintas rata-rata.
  3. Lebar badan jalan tidak kurang dari 8 m.
  4. Pada jalan arteri sekunder lalu lintas tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat.
  5. Persimpangan jalan dengan pengaturan tertentu harus memenuhi kecepatan tidak kurang dari 30 km/jam.
- Jalan kolektor primer, menghungkan kawasan sekunder ke dua dengan kawasan sekunder ke dua atau menghungkan kawasan sekunder ke dua dengan kawasan sekunder ke tiga. Persyaratan jalan kolektor  sekunder  adalah sebagai berikut :
  1. Didesain berdasarkan kecepatan paling rendah 20 km/jam.
  2. Lebar jalan tidak kurang dari 7 m.
- Jalan lokal primer, menghungkan kawasan sekunder ke satu dengan kawasan perumahan atau menghungkan kawasan sekunder ke dua dengan kawasan perumahan atau menghungkan kawasan sekunder ke tiga dengan kawasan perumahan. Persyaratan jalan lokal sekunder  adalah sebagai berikut :
  1. Didesain dengan kecepatan paling rendah 10 km/jam.
  2. Lebar badan jalan tidak boleh kurang dari 5 m.
  3. Dengan kecepatan paling rendah 10 km/jam, bukan diperuntukkan roda tiga atau lebih.
  4. Yang tidak diperuntukkan kendaraan roda tiga atau lebih harus mempunyai lebar jalan tidak kurang dari 3,5 m
Sistem jaringan jalan sekunder mengikuti konsep ketentuan pengaturan tata ruang kota yang menghubungkan kawasan-kawaean yang mempunyai fungsi primer, fungsi sekunder ke satu, fungsi sekunder ke dua, fungsi sekunder ke tiga dan seterusnya sampai pada perusahaan.


Saturday, January 7, 2017

DASAR-DASAR MICROSOFT PROJECT

Microsoft project menggunakan perhitungan Network planning dan menggunakan diagram bar chart atau gantt chart sebagai tampilan grafisnya agar memudahkan pembacaan. Untuk memahami Microsoft project menghitung perlu kiranya dimengerti terlebih dahulu definisi sebagai berikut :
  1. Durasi (D) adalah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan.
  2. Earlies Start (ES) adalah Start paling cepat kegiatan tersebut dilaksanakan.
  3. Earlies Finish (EF) adalah saat paling cepat kegiatan tersebut diselesaikan.
  4. Late Start (LS) adalah paling lambat kegiatan tersebut dilaksanakan.
  5. Late Finish (LF) adalah paling lambat kegiatan tersebut diselesaikan.
  6. Free Float (FF) adalah jumlah waktu tunda atau memperpanjang waktu kegiatan tanpa memengaruhi waktu awal kegiatan tersebut.

Total Float (TF) adalah jumlah waktu tunda atau memperpanjang waktu kegiatan tanpa memengaruhi akhir proyek.
Semakin besar harga Total Float, maka kegiatan tersebut mempunyai semakin banyak waktu tunda tanpa akan mengakibatkan keterlambatan akhir rangkaian kegiatan. Free Float menunjukkan kegiatan dapat terlambat dikerjakan tanpa memengaruhi waktu awal aktifitas sesudahnya.
Rumus
EF = ES + D
LS = LF - D
FF = ES - EF
TF = LF - EF
Suatu kegiatan yang harus selesai tepat pada waktunya, jika kegiatan tersebut terlambat maka akan memengaruhi kegiatan berikut nya juga akan terlambat. Bahkan dapat mengakibatkan tanggal penyelesaian proyek berubah, rangkaian beberapa kegiatan kritis disebut sebagai jalur kritis atau Critical Path. Untuk menghitung umur proyek dapat dilakukan dengan dua cara metode analisis, yaitu :
Menghitung Kedepan
Dilakukan untuk menghitung waktu akhir dari rangkaian kegiatan selesai. Perhitungan dari depan dilakukan dari awal dengan mengambil harga awal Nol dan selanjutnya diurutkan sampai akhir. Jika ada dua atau lebih waktu kejadian makan yang diambil adalah Nilai Terbesar. 
Terlihat pada peristiwa atau node nomer 3 dimulai dari hari ke 8 dan akan melakukan kegiatan Y yang berdurasi 8 sehingga 8+8 = 16, akan tetapi node 4 dimulai dari hari ke 11 untuk kegiatan X durasi 7 sehingga 11+7 = 18. Karena ada dua kegiatan yang menuju ke Z dimulai dari hari ke 18 diambil nilai terbesar. Dari perhitungan tersebut maka kegiatan Y memiliki Free Float sebesar 2 hari.
Menghitung Kebelakang
Perhitungan Kebelakang dilakukan untuk mendapatkan waktu awal dari rangkaian kegiatan dimulai. Perhitungan Kebelakang dilakukan dari akhir dengan mengambil harga sesuai dan selanjutnya diurutkan sampai awal. Jika ada dua atau lebih waktu kejadian maka yang diambil adalah Nilai Terkecil.
Pada node nomor 5 selesai hari ke 30 dikurangi durasi kegiatan Y yaitu 8 menjadi 30 - 8 = 22, node nomor 4 hari ke 35 dikurangi Durasi X 35 - 7 = 28. Kondisi ini dipakai untuk node nomor 3 adalah yang terkecil yaitu 22, dari perhitungan tersebut maka kegiatan X memiliki Total Float sebesar 6 hari.