Showing posts with label geometrik jalan raya. Show all posts
Showing posts with label geometrik jalan raya. Show all posts

Tuesday, January 17, 2017

KARAKTERISTIK KENDARAAN PADA PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN RAYA

Unsur jalan raya untuk tinjauan komponen geometrik direncanakan berdasarkan karekteristik - karekteristik dari unsur-unsur kendaraan, lalulintas dan pengendara disamping faktor lingkungan dimana jalan tersebut berbeda. Pertimbangan nya jalan raya harus dapat menampung berbagai jenis kendaraan yang lewat, memberikan kemudahan pada siapa saja yang melewati nya dan layak untuk dilewati sejumlah kapasitas lalulintas rencana agar jalan nyaman, aman, murah dan aksesibilitasnya tinggi. Beberapa parameter perencanaan geometrik dari unsur karekteristik kendaraan antara lain :
Dimensi kendaraan rencana
Kendaraan rencana adalah kendaraan yang dimensi dan radius putaran nya dipakai sesuai acuan dalam perencanaan geometrik. Kendaraan rencana dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu:
  • Kendaraan ringan atau kecil adalah kendaraan yang mempunyai dua as dengan roda empat dengan jarak as 2 - 3 meter.
  • Kendaraan sedang adalah kendaraan yang mempunyai dua as gandar dengan jarak as 3,5 - 5 meter.
  • Kendaraan berat adalah kendaraan yang memiliki jarak as 5 - 6 meter.
  • Truk besar yaitu truk dengan tiga gandar atau truk kombinasi tiga as dengan jalarak as (gandar pertama dan gandar kedua) < 3,5 meter.
  • Sepeda motor.
Jarak putaran (manuver) kendaraan
Setiap kendaraan mempunyai jangkauan putaran, pada kendaraan saat menikung pada sebuah tikungan jalan.


Besar jangkauan putar untuk masing-masing kendaraan berbeda, tergantung pada dimensi kendaraan dan radius putaran pengemudi. Dibedakan pula seperti dimensi jari-jari manuver untuk kendaraan kecil, sedang dan besar. Ini sangat penting untuk dikaji dalam perencanaan geometrik jalan dari intersection, round-about, atau pun pada penentuan radius minimum dari satu tikungan.

 


Satuan mobil penumpang (SMP)
Satuan mobil penumpang adalah unit satuan kendaraan untuk dimensi kapasitas jalan, dalam hal dimana sebagai referensi mobil penumpang dinyatakan mempunyai nilai satu SMP.

PENGERTIAN PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN RAYA

Perencanaan geometrik jalan merupakan salah satu perencanaan rute dari satu ruas jalan secara lengkap, menyangkut beberapa komponen jalan yang dirancang berdasarkan kelengkapan data dasar, yang didapat kan dari hasil survey lapangan kemudian dianalisis berdasarkan acuan persyaratan perencanaan geometrik yang berlaku. Acuan yang dimaksud adalah sesuai dengan perencanaan geometrik yang dianut di Indonesia. Standar perencanaan tersebut dibuat oleh Direktorat permukiman jenderal bina marga yang disesuaikan dengan klasifikasi jalan berdasarkan peruntukan jalan raya, yaitu :

  • Peraturan perencanaan geometrik jalan raya No.013/1990
  • Standar perencanaan geometrik untuk jalan perkotaan, 1992
  • Peraturan perencanaan geometrik untuk jalan antar kota No.038/T/BM/1997

Suatu keputusan akhir perencanaan, banyak faktor internal yang perlu ditinjau, seperti :

  • Tata ruang dimana jalan akan dibangun
  • Data perencanaan sebelum nya pada lokasi atau sekitar lokasi
  • Tingkat kecelakaan yang pernah terjadi akibat permasalahan geometrik
  • Tingkat perkembangan lalulintas
  • Alternatif rute selanjutnya dalam rangka pengembangan jaringan jalan
  • Faktor lingkungan yang mendukung dan mengganggu
  • Faktor ketersediaan bahan, tenaga dan peralatan
  • Biaya pemeliharaan

Peninjauan masalah dalam hal non-teknis biasanya banyak yang lebih mengganggu dari pada faktor teknis, sehingga pemikiran perencanaan geometrik jalan jangan hanya dititik beratkan pada faktor teknis saja, faktor non-teknis tetap diperhatikan.

Monday, January 16, 2017

KONSEP DASAR PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN RAYA

Perencanaan geometrik jalan raya merupakan bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan, yang meliputi perancangan pola arah dan visualisasi dimensi nyata dari suatu trase jalan beserta bagian-bagiannya, disesuaikan dengan persyaratan parameter pengendara, kendaraan dan lalulintas.  Melalui perncanaan geometrik diusahakan untuk dapat menciptakan hubungan yang serasi antara faktor-faktor yang terkait dengan parameter tersebut diatas, sehingga akan dihasilkan suatu efisiensi, keamanan serta kenyamanan yang paling optimal dalam batas-batas pertimbangan toleransi yang dianggap layak.

Perncanaan geometrik secara umum menyangkut aspek-aspek perencanaan elemen jalan seperti lebar, tikungan, kelandaian dan jarak pandang, serta kombinasi dari bagian-bagian tersebut. Perencanaan geometrik akan lebih memperhatikan beberapa parameter yang terkait langsung dengan karekteristik lalulintas dan turunannya, berbeda dengan perncanaan struktur jalan yang lebih menyoroti faktor kekuatan akibat dari lalulintas.

Dalam perencanaan jalan raya, pola dan bentuk geometrik jalan harus direncanakan dengan sedemikian rupa sehingga jalan yang bersangkutan akan memberikan pelayanan yang optimal kepada lalulintas sesuai dengan fungsinya. Dalam tinjauan pembangunan berkelanjutan, perncanaan geometrik adalah merupakan fase lanjutan penyimpan suatu prasarana jalan secara utuh yang kemudian akan diikuti dengan serangkaian fase selanjutnya yang akan lebih menekankan pada langkah pembangunan struktur jalan sesuai dengan kriteria fungsional jalan.